Ibadah Qurban
adalah suatu rangkaian ibadah yang memerlukan penjagaan hati dan penataan hati
yang teramat kuat, dikarenakan ia jauh berbeda dengan ibadah puasa. Jika ibadah
puasa tak bisa kita tampakkan, sehingga hanya Allah subhanahu wata’ala
dan kita yang yang tahu sebenarnya kualitas ibadah puasa kita, sedangkan ibadah
Qurban nampak dan bisa diketahui banyak orang. Hal ini membuka peluang besar
niat ikhlas kita terganggu oleh virus penyakit hati yang bisa mengotorinya.
Ibadah Qurban memiliki keterkaitan
ganda, yaitu
vertikal
berhubungan langsung dengan Allah subhanahu wata’ala sebagai bentuk
ketaqwaan pada-Nya. Keterkaitan horisontal dikarenakan ada unsur hubungan dengan manusia terkait penerima
manfaat dari hewan qurban itu sendiri. Selain itu, ibadah Qurban memadukan unsur materi dan non
materi. Materi dikarenakan kita harus mengeluarkan harta untuk hewan qurban
atau merelakan hewan qurban kesukaan kita untuk diqurbankan. Sedangkan non materi
adalah ujian hati ini terkait sebab
apa kita berqurban. Oleh karena itu dibutuhkan perpaduan antara
materi (hewan Qurban) yang kita keluarkan dengan niat dalam hati kita.
Ibadah qurban memiliki sejarah yang begitu panjang.
Allah subhanahu
wata’ala telah memerintahkan ibadah qurban kepada umat manusia sejak zaman nabi Adam ‘alaihissalam.

